Sejak 07.02.2003

Bidang komunikasi dan informasi
Yvonne Rieger-R
Düren
Germany

 OBROLAN MALAM
                                           ( Gereja dan Pendeta -
                                             bagian dua )

Dalam beberapa tulisan ada saya catatkan, betapa lugu dan naifnya pen-
dapat saya. Pendapat ini adalah : saya kira begitu kita ini masuk ke rumah
Tuhan, ke gereja, semua beres - semua bersih semua suci dan tanpa dosa
apapun! Semua aman-sentosa dan penuh kedamaian seakan sorga di bumi!
Tetapi pendapat naif dan lugu ini, membikin saya tersentak - terkejut dan
heran seribu kilo! Pada rapat-rapat gereja yang saya hadiri, ada tiga kali
yang bikin saya terhenyak dan tersentak. Pertama di Almere dulu. Begitu
teman-teman saya mengemukakan pendapat dan pendapat itu berbeda
dengan pimpinan, betapa keras dan keterusterangan yang bikin telinga
merah buat orang yang terkena. Dengan kata-kata keras - membeling -
meruncing dan sakit bukan kepalang. Perdebatan yang keras.

Saya teringat puluhan tahun yang lalu. Saya dan kami sering rapat-rapat
begini. Tetapi ketika itu rapat dalam organisasi politik - wajar kalau
keras
dan bahkan sangat panas. Bahkan bisa ke luar mendadak dari rapat - walk-
out. Ternyata setelah saya berada dalam badan gereja - badan agama - yang
saya kira tadinya penuh aman-damai - tentram-santai - sama saja dengan
yang dulu saya pernah alami. Karena kejadian seperti baru-baru ini sudah
puluhan tahun yang lalu, mungkin menjadikan saya lupa yang dulu-dulu itu.
Rapat pertama gereja kami di Almere yang bikin saya tersentak, ternyata
akan saya alami lagi ketika di Jerman - Aachen. Rapat gereja se-Eropa ini
lagi-lagi mengaget-kejutkan saya - lagi-lagi tersentak dan terhenyak bukan
kepalang. Kata-kata yang keras - meruncing dan membeling,- tapi satu hal,
tidak ada kata-kata makian - tidak ada kata-kata yang saru dan di luar
keso-
panan! Tetapi perbedaan pendapat dan perselisihan pahamnya, tadinya se-
akan-akan tidak mungkin disatukan. Bahkan sudah ada kata-kata yang berupa
ancaman, dan mengandung ultimatum. Sangat sulit buat menyelesaikannya.

Tetapi ya Tuhan, nyatanya kalau setiap orang benar-benar meniti di jalan
Tu-
han, dengan doa dengan harapan sesama bekerja dan mengabdi kerajaan Tu-
han, apapun akan dapat diselesaikan dengan baik - cukup mulus. Kalau mende-
ngarkan ketika rapat yang sangat keras dan panas meruncing membeling tadi-
nya itu, rasanya tidak mungkin kami akan dapat menyatukan pendapat kami
Perki se-Eropa. Padahal begitu banyak wakil-wakil Perki se-Eropa, seperti
belasan kota di Jerman - 9 kota di Belanda - dan Brussel dan Moskow serta
Wina, dan tokh bisa menyatukan pendapat. Saya sepenuhnya percaya, ka-
rena kita semua bekerja buat ke-Agungan Tuhan dan sesama manusia, semua
persoalan dapat dipecahkan. Pertentangan yang paling keras antara Perki Ne-
derland dan ke-Pengurus-an Perki se Eropa, ternyata bisa kita satukan
pendapat
kita. Semoga pendapat dan pikiran saya yang dulu lugu dan naif itu, semakin
mendewasa di bawah kerjasama ke-gereja-an dan kemuliaan Tuhan,-
Semoga!



Holland,- 29 juni 03,-
 

index Koinonia PERKI setempat Arsip Impressum

Situs PERKI di Eropa

Perki Belgia
Perki Inggris
Keluarga Kristen Net
Perki Aachen
Perki Darmstadt
Perki NRW
Perki Oikumene Frankfurt
Perki Matheus
Perki Almere
Perki Amsterdam B

Perki Eropa di Indonesia

Perki Eropa Jakarta

Evaluasi Kerja 2001-2003

Mengintip Kekuatan Politik Pemilu 2004  Abraham Runga Mali
Jurnalis, Mahasiswa Universitas Bonn dan Pengurus Perki Eropa

Dari Peringatan Hari Sumpah Pemuda 2003 di Austria