Sejak 07.02.2003

Bidang komunikasi dan informasi
Yvonne Rieger-R
Düren
Germany

Kebaktian Perwakoi pada Minggu Palem

Paris --- Melanjutkan kerja sama dan pelayanannya, PERKI se-Eropa telah mengantar Pendeta Lucky I. Rumopa untuk melayani warga Persekutuan Warga Kristen Oikumenis Indonesia (PERWAKOI) di Paris dalam kebaktian Minggu Palem yang diselenggarakan di aula KBRI Paris, pada 13/4/2003. Hadir lebih dari 100 orang. Dalam kebaktian ini juga Duta Besar Republik Indonesia Adian Silalahi dan isteri sempat bersama-sama warga Perwakoi mengikuti kebaktian. Hadir pula Ketua PERKI se-Eropa, Yuyu A.N. Krisna-Mandagie, Staf ahli bidang Organisasi/Bahasa Indonesia Asbari Nurpatria Krisna, Pendeta Roy Nellisen dari Jakarta dan Nyonya Sonja Mandagie-Wariki dari Jakarta juga. Dari Perwakoi pengurus melayani kebaktian ini, dan nampak Ketua Perwakoi Leonard Hutabarat dan Ingrid de Merignac-Souselissa.

Tema ibadah : memasuki Minggu Sengsara Yesus dengan Nats pembimbing Efesus 2:11-13; 19-22, Petunjuk Hidup Baru: Roma 5:1-11 dan Renungan Markus 5:21-43. Pendeta Lucky I Rumopa mengajak umat yang tergabung di dalam PERWAKOI untuk tetap mempertahankan dan memperbesar iman kepada Yesus untuk memperoleh keselamatan. Hal ini tergambar dengan jelas seperti diungkapkan dari tema utama khotbahnya yang digambarkan melalui perbuatan seorang wanita yang menderita pendarahan selama 12 tahun. Ketika ia tahu Yesus datang ke rumah Imam Yairus, maka ia melakukan sesuatu yang luar biasa untuk seorang perempuan biasa. Dalam traidi budaya yahudi kala itu, seorang perempuan yang menderita pendarahan dan ketahuan di tempat umum akan dirajam sampai mati. Dia menyentuh jumbai jubah Yesus dengan keyakinan yang besar di tengah kesibukan orang banyak, bahwa ia akan disembuhkan, karena ia percaya Yesus mampu melakukannya.

Yesus, meskipun begitu banyak orang di sekelilingnya dan banyak yang menyentuhnya, tahu ada kekuatan atau kuasa yang keluar dari diriNya. Dan tahu ada orang yang secara khusus menyentuh jubahnya. Padahal ketika bertanya kepada murid-muridnya, Yesus tak mendapatkan jawaban dari seorang pun. Maka perempuan yang merasa sudah disembuhkan itu tersungkur di depan kaki Yesus dan mengaku dialah yang menyentuhnya. Dan karena imannya, kata Yesus maka ia disembuhkan.

Ada sedikit gambaran yang mengesankan dari setiap kegiatan umat Kristiani Indonesia di luar negeri. Jemaat mula-mula ketika Petrus menginjil, hidup dalam kebersamaan. Walaupun kadarnya berbeda, masyarakat Kristiani Indonesia diluar negeri masih mempunyai alur yang sama dengan jemaat mula-mula. Ketika beribadah mereka membawa makanan dan kue-kue serta minuman untuk dinikmati bersama.

Banyak anggota jemaat mula-mula yang menjual harta bendanya untuk dibagikan kepada siapa yang memerlukannya. Mereka hidup berkasih-kasihan, saling tolong menolong dan tidak membiarkan orang lain menderita kekurangan. Tentu saja kehidupan seperti Ananias dan isterinya Safira yang menjual tanah dan menyimpan sebagian uang hasil penjualan itu, telah mengejutkan begitu banyak anggota jemaat, karena telah berbohong kepada Petrus. Petrus menyatakan, bukan engkau berbohong kepada menusia tetapi Ananias dan isterinya telah membohongi Allah. Karena jawaban itu Ananias mati. Barulah menyusul kemudian siterinya, Safira yang belum tahu kalau suaminya telah meninggal, tetap menyembunyikan hasil penjualan tanahnya.(Kis. 5:1-11)

Dalam khotbah pendek itu, Pendeta Lucky telah mengajak jemaat PERWAKOI menghayati peristiwa-peristiwa seperti itu.

Doa syafaat dibawakan oleh Evangelis Roy Nellisen yang datang dari Jakarta. Pelayanan PERKI se-Eropa dalam bentuk mengirimkan pendeta telah dilakukan beberapa kali, pertama perkenalan dengan PERKI se-Eropa dan PERWAKOI, dengan kebaktian yang dipimpin oleh Pendeta Lucky Rumopa (dari Belanda, jadi dengan Minggu Palem, Pendeta yang sama telah dua kali melayani), Pendeta Roy E.G. Lengkong (Frankfurt), dan pada Natal 2002 Pendeta Binsar Nainggolan (Regensburg). Karena sifatnya oikumenis, maka kebaktian yang dilaksanakan sebulan sekali itu bergantian, sekali Pastor dan sekali pendeta.*** (ANK)

index Koinonia PERKI setempat Arsip Impressum

Situs PERKI di Eropa

Perki Belgia
Perki Inggris
Keluarga Kristen Net
Perki Aachen
Perki Darmstadt
Perki NRW
Perki Oikumene Frankfurt
Perki Matheus
Perki Almere
Perki Amsterdam B

Perki Eropa di Indonesia

Perki Eropa Jakarta

Evaluasi Kerja 2001-2003

Mengintip Kekuatan Politik Pemilu 2004  Abraham Runga Mali
Jurnalis, Mahasiswa Universitas Bonn dan Pengurus Perki Eropa

Dari Peringatan Hari Sumpah Pemuda 2003 di Austria