Sejak 07.02.2003

Bidang komunikasi dan informasi
Yvonne Rieger-R
Düren
Germany

PERKI EROPA PARTISIPAN
PEMBANGUNAN MASYARAKAT MANDIRI INDONESIA

Pengantar:
"Mandiri dalam meningkatkan pelayanan", tentu dapat mengindikasi sejarah mulai 1930, sampai saat ini. Untuk masukan pada pengetahuan sejarah Perki, saya beri catatan, terutama urgensi pengalaman Pembangunan RI 1950 -1998/Kini, yaitu Orde Lama RI, Orde Baru Murni dan KKN RI, Orde Reformasi kini. Urgensi ini saya tunjuk, sebagai catatan sejak Indonesia Merdeka sampai kini telah banyak pengalaman, dan pada Orde Reformasi Pembangunan sekarang, perlu sanggup mandiri diselenggarakan. Sebenarnya di RI sudah terjadi OL dan OB. Dalam OB Murni, tampak berjalan Repelita 25 Tahun Pertama 1968 -1994, dan mulai 25 Tahun Kedua 1995-2020, tetapi dihentikan Pejuang Murni Rakyat 1998, karena Orde Baru jadi KKN, dan Indonesia diselamatkan dalam Orde Reformasi (Pembangunan) RI. Saya lihat tegas indikasi Orde Reformasi RI pada perspektip tepat-baik-benar pembangunan pertumbuhan Indonesia, dalam citra cita HAM-Pancasila (4 Sila Ham dalam 1 Sila Tuhan).

Timbulnya Gerakan Pemuda Kristen Oikumene:

2.1. Dan ini sekaligus mengingatkan Perki dasar dan tujuan awal gerakan mandirinya. Pertama, memang Ajaran Bibel, agar manusia dapat hidup mandiri dalam Tuhan.
Pada 6 Juni 1844, di Rochdale, di kota London, sekelompok pemuda Kristen, memutuskan, menyelenggarakan persekutuan pelayanan atas diri mereka bersama, dalam jasmani, jiwa dan rohani (body-mind-soul). Mereka tidak puas sikap konservatip masyarakat Inggeris kontemporer itu, tidak cukup beri peluang pelayanan generasi muda. Tampilnya gerakan ini disambut diadopsi gerakan pemikir sosial baru Eropa yang beragama Kristen, dan tersebar ke seluruh dunia, saling korespondensi, sehingga dalam kesempatan waktu ada Pekan Ekonomi Industri Internsional di Paris 1855, pionir-pionir itu bertemu, seia 22 Agustus 1855, dirikan "World Alliance Of Young Men`s Christian Association", disingkat "WA of YMCA", ditetapkan Kantor Pusat Geneva, Swiss. Pionir pendiri 1855 ini a.l. Florence Nightingale (Srikandi PM Perang Krim 1853 -1856), Henri Dunant (Bapa PMD 1864), lalu Fridtjot Nansen (Bapak Pengungsi Sedunia 1920, Hadiah Nobel 1922), dan Baden Powel (Bapak Pramuka Sedunai), dll.
Tambahan catatan, Rochdale, jadi pusat awal timbul dan bertumbuh Ide Koperasi Sedunia oleh perkumpulan ini.

2.2. Pertumbuhan lanjut awal 1900-an, muncul 2 Bapak Oikumene kemudian dijuluki, yaitu Moody danm John Mott. Mereka masing-masing Sekjen (Full-Timer). Tahun 1926 John Mott berkunjung ke Indonesia (Hindia-Belanda), bertemu dengan gereja dan tokoh serta mahasiswa Kristen di Jakarta (Batavia), segera dibentuk organisasi Kristen diantara mahasiswa Kristen itu, begitupun YMCA sendiri mulai dalam nama AMVJ seperti di Belanda. Mereka umumnya adalah elite mahasiswa yang bergerak dalam perjuangan mandiri Indonesia, seperi TSG Mulia, Leimena, Pelaupessy, AM Tambunan, Washington Siahaan, dll. Juga segera John Mott berkunjung ke Pusat Gereja Batak HKBP di Pearaja Tarutung, karena di Eropa diketahui sangat cepat kemajuan gereja ini terutama dalam pekerjaan Ingwer Ludwig Nommensen dari Rheinische Missionsgesellschjaft (RMG), VEM sekarang. Dan diketahui etnik Batak mempunyai cita-cita kuat miliki turunan banyak seperti bintang dilangit dan pasir dipantai, serta inginkan anak-anaknya studi setingi-tingginya. Pada HKBP dijanjikan Mott segera bicarakan dengan RMG Jerman, pendeta pemuda dikirim, dan terjadilah 1927 Pdt DR Theol Verwiebe mantan Sekjen YMCA/CVJM di Pusat Stuttgart dikirim tugas di HKBP, dan memang segera pelayanan pemuda sangat marak, sampai-sampai zaman Pres RI Soekarno, ada ide mandiri jadi organisasi ekstra gerejani. Tetapi ditolak, politik baiklah dilakukan di GMKI dan PPKI (kini GAMKI), sedangkan pemuda N-HKBP boleh dalam kerjasama pemuda gereja MPKO-DGI (sekarang PGI). John Mott juga segera ke Amsterdam, mendorong gereja dan YMCA/AMVJ meladeni mahasis-wa/pemuda Indonesia di Holland.

2.3. Sangat penting pemikiran Moody dan John Mott, visi pembangunan masa depan dunia masyarakat manusia, penting terletak di tangan mahasiswa, kelak pimpinan bangsa dan negara. Segera dibuka organisasi otonomi mahasiswa, bernama SCM (Student Christian Movement), di Indonesia bernama GMKI (Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia). Dan John Mott jadi Sekjen Sedunia pertama SCM itu, berkantor pusat juga di Geneva dekat/kerjasama WA of YMCA. Ternyata memang masuki konstelasi RI GMKI masuk status ormas-politik. Soekarno sangat membutuhkan keesaan satuan pontensi (fund and forces) meneruskan revolusi Indonesia.

Memang, Orde Reformasi Pembangunan sekarang, adalah pekerjaan revolusioner, menuntaskan HAM-Pancasila RI yang ditetap-kan, telah digali pada abad terahir dunia lengkapnya konsep visi dasar missi pembangunan manusia, dalam logika waktu RI baru Merdeka proklamsi 17 Agustus 1945, dan penuh kedaulatan diserahkan mantan penjajah Belanda, 27 Desember 1949. Untuk itu saya sampaikan catatan signifikan berikut:

3.1.Saya ikuti Pembangunan Indonesia 1950-1998/kini
3.2.RI mengalamai Pembangunan Civilisasi I (Proklamasi Merdeka), II Membangun OL-OB,dan III Orde Reformasi Pembangunan.
3.3.Tahap Civilisasi III RI / juga Dunia, hendaknya jadi tepat-baik-benar, amalkan perspektip HAM-Pancasila RI, Bila masyarakat dunia tolerir ada tidak terima Sila Tuhan, silahkan, adalah sikap moderen, mereka hak sama hidup ikuti demokrasi human.
3.4.Saya kalau pre RI Merdeka, anak jadi informan pejuang, pada Orde Lama dan Orde Baru teruskan Orde Reformasi RI turut aktip, sebagai Indoktrinator, Penatara dan Pembina. Dengan pengalaman krismon Indonesia, tegaskan, perlu dibangun pertumbuhan "Masyarakat Mandiri Indonesia" .

Perki Eropa akan banyak dapat memberi kontribusi. Semoga catatan ini jadi masukan berguna.

 

Hormat
ND Hutabarat
(Mantan Professi Penuh Pembimbing Pemuda/Mahasiswa, Aktivist Kristen dan PGI Pusat). Hamburg

 

index Koinonia PERKI setempat Arsip Impressum

Situs PERKI di Eropa

Perki Belgia
Perki Inggris
Keluarga Kristen Net
Perki Aachen
Perki Darmstadt
Perki NRW
Perki Oikumene Frankfurt
Perki Matheus
Perki Almere
Perki Amsterdam B

Perki Eropa di Indonesia

Perki Eropa Jakarta

Evaluasi Kerja 2001-2003

Mengintip Kekuatan Politik Pemilu 2004  Abraham Runga Mali
Jurnalis, Mahasiswa Universitas Bonn dan Pengurus Perki Eropa

Dari Peringatan Hari Sumpah Pemuda 2003 di Austria