Sejak 07.02.2003

Bidang komunikasi dan informasi
Yvonne Rieger-R
Düren
Germany

Dengan penyertaan Tuhan yang Maha Esa, dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda yang ke-75, dan bertujuan untuk lebih memahami kehidupan berbangsa dan bernegara dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan semangat dan jiwa Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, 95 peserta yaitu masyarakat Indonesia yang datang dari beberapa negara di Eropa  al. dari Belanda, Denmark, Itali, Jerman, Swiss dan Austria berkumpul bersama di kota Tulln, Austria, mengikuti seminar sehari pada tanggal 25 Oktober 2003 dengan topik "Sumpah Pemuda Sebagai Dasar untuk Lebih Memahami Arti Negara Kesatuan Republik Indonesia." (Sumpah Pemuda Dasar Pemahaman NKRI).


Diperoleh dari Hari Ginardi dan Damos Agusman

“SUMPAH PEMUDA DAN MAKNANYA UNTUK INDONESIA KINI”
Oleh : Thomas Aquino Samodra Sriwidjaja
Duta Besar RI untuk Republik Federal Austria merangkap Republik Slovenia dan
Wakil Tetap RI di PBB dan Organisasi Internasional Lainnya berkedudukan di Wina


Perjalanan panjang bangsa Indonesia telah diwarnai oleh dinamika yang sangat cepat baik di dalam negeri maupun di lingkungan internasional. Bangunan negara dan pemerintahan yang diletakkan di atas pondasi-pondasi yang didirikan oleh para pendiri negara tidak jarang mengalami goncangan hebat akibat dinamika tersebut. Bangunan tersebut nyaris ambrol akibat kentalnya kepentingan-kepentingan sempit yang mendominasi perilaku para penyelenggara negara dan pemerintahan yang menggiring kita ke pola-pola korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) yang serius dalam penyelenggaraan negara dan pemerintahan. Akar kekuatan kita sebagai bangsa nyaris tercabut akibat perseteruan dan konflik sesama warga bangsa yang muncul dengan berbagai dalih seperti ras, agama, suku dan golongan. Goncangan hebat ini dapat dilukiskan dalam bait lagu „Hampir Putus Untaian Zamrud Khatulistiwa“ sebagai berikut:

    „Hanya satu dua langkah lagi
     Akan putus benang
     Untaian zamrud khatulistiwa
     Yang mengikat cinta di antara kita
     Akan jatuh berderai butir jamrut itu
     Setiap butir yang jatuh adalah derita yang
     amat pedih dan berkepanjangan
     Inilah azab dari Tuhan, yang teramat berat
     Karena kita tidak pandai mensyukuri“


Kiriman Sobron Aidit sekitar Hari SUmpah Pemuda ke 75

Hari Sumpah Pemuda 1 dan 2

Hari Sumpah Pemuda 3 dan 4

Beberapa foto dari Seminar Hari Sumpah Pemuda ke-75 di Austria

index Koinonia PERKI setempat Arsip Impressum

Situs PERKI di Eropa

Perki Belgia
Perki Inggris
Keluarga Kristen Net
Perki Aachen
Perki Darmstadt
Perki NRW
Perki Oikumene Frankfurt
Perki Matheus
Perki Almere
Perki Amsterdam B

Perki Eropa di Indonesia

Perki Eropa Jakarta

Evaluasi Kerja 2001-2003

Mengintip Kekuatan Politik Pemilu 2004  Abraham Runga Mali
Jurnalis, Mahasiswa Universitas Bonn dan Pengurus Perki Eropa

Dari Peringatan Hari Sumpah Pemuda 2003 di Austria