Sejak 07.02.2003

Bidang komunikasi dan informasi
Yvonne Rieger-R
Düren
Germany

Evaluasi 01-03

LAPORAN PERTANGGUNG-JAWABAN

BP PERKI se-EROPA

Evaluasi kerja 2001-2003

Tidak terasa dua tahun sejak pertemuan PERKI se-Eropa ke-26 di Mainz berlalu. Dengan disepakatinya pelbagai Program Kerja untuk direalisasikan oleh Badan Pengurus yang diperluas seperti yang direkomendasikan oleh badan pengurus sebelumnya, Badan Pengurus PERKI se-Eropa dalam menjabarkan program kerjanya, seperti satu grup angklung yang memainkan sebuah lagu memuji kemulianNya. Yang satu mengayunkan angklungnya sesuai not yang dipegang dan yang lainnya menyusul silih berganti, dengan suatu keserasian sehingga lagu yang terdengar indah iramanya.

Sambil memuji syukur kepada Tuhan yang Maha Pengasih atas penyertaanNya, untuk bersama-sama membahas program-kerja yang telah berjalan selama dua tahun, Badan Pengurus PERKI se-Eropa menyampaikan evaluasi kerja 2001-2003.

 

Ketua Umum

Bidang Penatalayanan

Bidang dokumentasi, komunikasi dan informasi

Bidang Jaringan dan Advokasi

Kegiatan lainnya

 


Ketua Umum

 

I. Pendahuluan

Dengan didasari pada Tri Panggilan Kristiani yakni bersekutu, bersaksi dan melayani, Badan Pengurus PERKI Se-Eropa pada saat menerima tanggung jawab dalam tugas melanjutkan program-program pelayanan PERKI se-Eropa,bertekad dan bersepakat menjadikan Persekutuan Kristen Indonesia se-Eropa Jembatan Kemanusiaan, yang menghubungkan Indonesia dan negara-negara Eropa dan sebaliknya.

Jembatan Kemanusiaan tersebut akan menjadi saluran atau mediator untuk segala bentuk kegiatan positif yang saling menghormati dan memahami akan kedudukan masing-masing. PERKI se-Eropa adalah bagian dari Indonesia akar-asal kita dan juga bagian dari negara-negara se-Eropa tempat kita bermukim saat ini.

Perkembangan dunia saat ini berlangsung begitu cepat dan transparan menuntut PERKI untuk proaktif di dalamnya. Bila tidak maka kita akan ketinggalan. Selama ini terjadi kesalah-pengertian akibat kurang lancarnya komunikasi antara kedua bangsa ini. Di sinilah peranan sebuah jembatan atau mediator menjadi penting.

Untuk merealisasikan tekad tersebut, BP PERKI se-Eropa harus memperkuat keberadaannya artinya exist dan dikenal, mandiri (dana dan keuangan) dan meningkatkan kualitas serta kuantitas anggotanya (sumber daya manusia). Dalam periode dua tahun pertama pelayanan ini, BP PERKI se-Eropa melakukan pembinaan ke dalam dan ke luar. Menjalin relasi dengan organisasi seiman di luar PERKI baik di Eropa maupun di Indonesia. Membina hubungan dengan organisasi dan lembaga-lembaga lainnya.

Seperti diketahui susunan kepengurusan BP PERKI se-Eropa terdiri dari ketua umum, 4 ketua bidang, yaitu jaringan dan advokasi, penata layanan, pemuda dan remaja, informasi dan komunikasi, sekretaris umum dan wakil, bendahara dan wakil dan seorang anggota. Dalam pelayanannya bidang-bidang ini saling terkait satu dengan lainnya untuk mencapai tekad BP PERKI se-Eropa, membangun Jembatan Kemanusiaan tersebut.

Di samping itu, BP merasa perlu untuk mengangkat tiga staf ahli untuk bidang iptek, bahasa Indonesia dan organisasi serta ekonomi dan keuangan guna membantu jalannya tugas pelayanan BP.

Menjadi tugas BP PERKI se-Eropa untuk membawa angin kemajuan dari Barat, dalam hal ini negara-negara Eropa ke Indonesia . Dan sebaliknya membawa Indonesia ke tengah-tengah bangsa-bangsa di Eropa, sehingga kedua bangsa dari belahan bumi yang berbeda ini dapat saling mengerti, memahami dan hormat-menghormati akan keberadaan masing-masing. Dengan demikian diharapkan akan terjalin kerja sama yang baik, sehingga sebuah dunia yang aman tentram yang menjadi obsesi bangsa-bangsa di dunia akan menjadi kenyataan.

Walaupun hal ini tidak mudah, banyak tantangan yang harus kami hadapi, tetapi inilah tekad dan kesepakatan kami BP PERKI se-Eropa bersama-sama dengan anggota PERKI di seluruh Eropa.

Kami baru mulai dan semoga Tuhan Yang Maha Kuasa berkenan turut campur dalam pelayanan selanjutnya..

II. Program

Guna exist, dikenal, mandiri dengan anggota-anggota yang berkualitas, maka BP PERKI dalam dua tahun ini telah melakukakan :

A. Program ke dalam organisasi
B. Program ke luar organisasi

A. Program ke Dalam Organisasi

Melanjutkan program yang berkesinambungan dan rekomendasi tambahan dari BP yang lama terdiri dari:

1. Melakukan aksi pencarian dana melalui seminar dan kegiatan lainnya

2. Mendata dan mengembangkan Sumber Daya Manusia

3. Mengembangkan ke anggotaan PERKI di Eropa

4. Membentuk web site PERKI se-Eropa

5. Menerbitkan majalah Koinonia secara periodik untuk mempublikasikan dan menginformasikan kegiatan PERKI Eropa

6. Kaderisasi pemuda dan remaja

7. Penyempurnaan TD dan TL

8. Pembinaan bahasa Indonesia yang baik dan benar

 Program BP yang Baru :

  1. Melaksanakan Konven Pelayan Rohani se Eropa
  2. Pesta Paduan Suara Gerejawi
  3. Hari Keluarga/Kunjungan berbalasan
  4. Memperluas jaringan kemitraan

Untuk itu BP telah melakukan:

  1. Kunjungan ke PERKI-PERKI setempat/jajaran/negara ke Brussel, Hamburg, Frankfurt, Amsterdam, Düsseldorf, Bochum, Köln, Bonn, NRW
  2. Hari Keluarga di Hamburg
  3. Presentasi dengan tema Eukumene di PERKI Belanda (Amsterdam Z.O., Amsterdam B.V., Den Haag/Delft, Rotterdam, Almere, Arnhem, Zwolle, Utrecht)
  4. Konven 2002 di Antwerpen dihadiri 70 peserta
  5. Pesta Panduan Suara Gerejawi Perki se-Eropa yang pertama di Brussel yang diikuti oleh 19 grup dari seluruh Eropa dan Kebaktian Agung Pentakosta yang dihadiri 1000 orang di Brussel, Belgia.
  6. Dua kali Seminar Sumpah Pemuda tahun 2001 di Aachen dan 2002 di Berlin
  7. Pembentukan PERKI Athena, Yunani
  8. Pembentukan PERKI Bremen, Jerman
  9. Memotivasi aktifnya kembali PERKI München, Stuttgat, Nürenberg di Jerman. Dan PERKI Praha, Ceko.

B. Program ke Luar Organisasi

Agar PERKI se-Eropa dikenal oleh organisasi/lembaga dan instansi lainnya baik Kristen maupun non Kristen dan masyarakat umum (Indonesia maupun asing), maka BP dalam 2 tahun ini telah mengadakan program berupa:

  1. Seminar Sumpah Pemuda 2001 dan 2002 di Aachen dan Berlin
  2. Pesta Paduan Suara Hari Raya Pentakosta 2002 di Brussel yang dihadiri 19 grup.
  3. Kebaktian Pentakosta dihadiri 1000 orang dan dilayani oleh 13 hamba Tuhan dari berbagai denominasi di Eropa.
  4. Pertemuan dengan organisasi seiman: EUKUMINDO, GKIN, GKI, PGI, GKJW,GKJ GMIM, GKI, Eks PERKI Eropa di Jakarta, PIKI, partai-partai Kristen di Indonesia, PERWAKOI-Paris, Eukumene Roma, KKIA-Wina, Persekutuan Kristen Maastricht, Christian Fellowship-Delft Belanda, IRRIKA Vatikan-Roma, organisasi-organisasi Kawanua di Belanda.
  5. Pertemuan dengan organisasi/lembaga lain: ICMI Eropa, Nahdlatul Ulama, IASI Jerman, Forum Komunikasi Masyarakat Indonesia (FKMI)-Belanda, Persahabatan Jerman-Indonesia, Himaboni-Jerman, PDI P dan PDI Surjadi-Indonesia
  6. Hubungan dengan pemerintah Indonesia: mengadakan kunjungan kehormatan ke Duta Besar RI untuk Belanda, Jerman, Belgia/Luxemburg, Perancis, Austria, Swiss, Vatikan, Italia./Malta, Yunani. Konsulat Indonesia Hamburg dan Frankfurt, Pemerintahan Daerah Sulawesi Utara. Membuat pernyataan keprihatian kepada Presiden RI Megawati atas tragedi Bali dan Perang Irak.Pernyataan ini dipublikasikan oleh koran di Indonesia.
  7. Hubungan dengan swasta Indonesia dan asing/Eropa : Garuda Indonesia Belanda, Jerman, Inggris. Indoverbank-Amsterdam. Radio Nederland Wereld Omroep, Hilversum, Belanda, selain memberikan sumbangan materi juga menyiarkan kegiatan PERKI
  8. se-Eropa, Pfizer, Jerman. Dan perusahaan asing/Eropa yang mempunyai hubungan dengan Indonesia.
  9. Membina hubungan dengan pers Indonesia. Beberapa kali kegiatan BP dipublikasikan oleh surat kabar di Jakarta, Indonesia

III. Hasil yang Telah Dicapai

A. Program ke Dalam Organisasi

  1. Pencarian dana lewat seminar yang dipungut biaya sudah dilakukan pada seminar Sumpah Pemuda 2001 (Aachen) dan 2003 (Berlin). Saat ini juga tengah dipersiapkan kalender 2004 dengan illustrasi foto gereja-gereja di Eropa. Juga baju kaos PERKI Eropa sudah dalam pembuatan di Indonesia.
  2. Pendataan SDM berjalan terus, program dari Bidang Jaringan dan Advokasi.
  3. Pengembangan keanggotaan PERKI di Eropa berjalan baik. Tercatat dua PERKI baru yaitu Athena dan Bremen. Menyusul aktifnya kembali PERKI München, Praha, Nürenberg dan Stuttgart.
  4. Web site PERKI se Eropa telah berjalan baik dengan nama http://www.perki.info
  5. Majalah Koinonia berhasil terbit dua kali dalam dua tahun pelayanan ini.

B. Program ke Luar Organisasi

  1. Hubungan dengan organisasi seiman berjalan baik. Hal ini terlihat dengan banyaknya grup dari gereja dan organisasi Kristen lainnya yang ikut berpartisipasi dalam Pesta Paduan Suara Gerejawi Pertama PERKI se-Eropa di Brussel, 19 Mei 2002.
  2. Hubungan dengan KBRI sebagai Mitra Kerja yang sejajar. Mulai dijajaki dan dijalankan. Hubungan dengan organisasi/lembaga/instansi dan perusahaan lainnya mulai dijajaki dan dijalankan.
  3. Hubungan dengan pers mulai dijajaki dan dijalankan. Beberapa kali kegiatan PERKI se-Eropa mendapat kesempatan untuk disiarkan baik lewat media cetak maupun radio. Program keluar organisasi berhasil dengan baik sesuai dengan apa yang BP inginkan.

IV. Kendala

Di Dalam Organisasi

  1. Program Bidang Pemuda dan Remaja secara langsung belum jalan . Ketua Bidang Pemuda dan Remaja sdr. Frank W. Madrikan, tidak dapat aktif. Kemudian BP mengangkat sdr. Daniel Lapian sebagai Pembantu Ketua Bidang ini, namun itupun tidak jalan. Tetapi dalam kenyataannya program Pemuda dan Remaja secara tidak langsung sudah dicakup oleh kegiatan bidang lain.
  2. Penyempurnaan TD dan TL sudah dimulai tetapi belum selesai.
  3. Pembinaan Bahasa Indonesia belum jalan.
  4. Pembahasan kembali hubungan kerja dengan PGI belum dilakukan.
  5. Pengunduran diri Sekretaris Umum sdr. Peter Felix dari BP, karena gangguan kesehatan . Jabatan kemudian dipegang oleh Wakil Sekretaris Umum. Sdr. Jenny Bakker-Kaliey
  6. Pengunduran diri Ketua Bidang Komunikasi dan Informasi sadr. Ronny Beckx, karena kesibukan pekerjaan. BP mengangkat sdr. Yvonne Rieger-Rompas, sebagai Ketua Bidang Komunikasi dan Informasi, yang kemudian melanjutkan program pengadaan website: http://www.perki.info (semula http://www.perki-eropa.org). Dan menerbitkan Majalah Koinonia.
  7. Pencabutan mandat penyelenggaraan Pertemuan PERKI Eropa ke 27 dari BP PERKI di Negeri Belanda, dan kemudian pertemuan dialihkan ke Aachen dengan penyelenggaraan sepenuhnya ditangani oleh BP. PERKI se-Eropa, untuk efisiensi.
  8. Hubungan antar BP PERKI se-Eropa dengan BP PERKI-PERKI setempat, kota, jajaran, kurang lancar. Perlu dipikirkan solusinya antara lain dengan mengaktifkan peran sekretariat PERKI setempat baik ke dalam maupun ke luar.
  9. Kesediaan PERKI UK untuk menyelenggarakan Pesparawi pada 2003 belum dapat dipenuhi

Di Luar Organisasi

Bergantung kepada kebijaksanaan BP sendiri. Hambatan dari belum kelihatan.

V. Usaha Pencarian Dana

  1. Mengadakan kegiatan dengan dipungut biaya (a.l. seminar-seminar)
  2. Mengadakan Hari Keluarga dengan penjualan makanan dan kebutuhan pokok
  3. Rencana Pengadaan kalender 2004
  4. Rencana Penjualan baju kaos PERKI se-Eropa
  5. Penjualan kebutuhan pokok jarak jauh

VI. Laporan Keuangan

Dalam melaksanakan kegiatan pelayanannya BP mendapat bantuan rutin dari Eukumindo sebesar Euro 6800,-- pertahun. Bantuan insidentil dari KBRI-KBRI, Indoverbank, Garuda, Radio Nederland Wereld Omroep di Hilversum-Belanda, pribadi-pribadi dan juga dari BP sendiri, berupa uang transport. Laporan keuangan akan dibuat tersendiri

VII. Inventaris

Saat ini BP PERKI se-Eropa telah memilik sebuah komputer laptop. Satu buah memocorder
Dua buah stempel baru
Satu kalkulator
Satu peti kas kecil
Satu alat pelubang kertas
Puluhan ballpoint
Beberapa bloknote

VIII. Rekomendasi

  1. Merealisasikan hasil Konven 2002 di Antwerpen
  2. Melanjutkan penyelenggarakan PESPARAWI
  3. Melanjutkan penyelenggaraan Konven

IX. Penutup

Susunan Badan Pengurus ini telah disahkan dalam Pertemuan PERKI se-Eropa ke-26 di Main berdasarkan Arah Dasar Pengembangan Pelayanan (ADPP) PERKI se-Eropa, maka sesuai dengan ADPP ini pula, demi efektivitas dan efisiensi kerja, maka masa bhakti Badan Pengurus PERKI se-Eopa meliputi jangka waktu 4 tahun. Tanpa mempengaruhi Tata Dasar pasal 10 ayat 5.a.1a. maka pertemuan dua tahun ini dilaksakan, kali ini bukan celebration, tetapi secara khusus adalah untuk melengkapi kepengurusan dan melaksanakan Hasil Konven Antwerpen 17-18 Mei 2002. Dua tahun pertama pelayanan BP PERKI se-Eropa sudah berakhir, dan sesuai dengan ADPP, pelayanan ini masih berlanjut dua tahun lagi Melayani bukanlah hal mudah, karena bila kita benar-benar ingin merealisasikan hal ini, maka kita harus mengosongkan diri membuang kegala keangkuhan, kesombongan, keakuan, kemudian, merendahkan diri seperti seorang hamba sahaya, dan bersungguh-sungguh meletakkan kepentingan Tuhan dan sesama di atas segala-galanya. Hal ini tidak mudah. Karena manusia cenderung mengutamakan kepentingan dirinya sendiri dulu, baru orang lain. Tetapi karena kami BP PERKI se-Eropa merasa yakin, bahwa kami tidak berjalan sendiri , karena ada Dia yang selalu membimbing, mengarahkan dan menguatkan kami. Dan saudara-saudara yang selalu memberikan dukungan kepercayaan dan semangat, sehingga seluruh pelayanan 2 tahun pertama boleh kami jalankan walaupun belum sesuai dengan apa yang saudara dan kami inginkan. Berikan kami, BP PERKi se-Eropa, kesempatan untuk berbuat lebih banyak lagi dalam pelayanan bagi Tuhan dan sesama manusia. Biarlah talenta itu boleh kita sama-sama gandakan untuk hormat dan kemuliaan Namanya. Kepada semua pihak yang telah membantu kami baik dalam doa, gagasan dan materi, kami BP PERKI Se-Eropa mengucapakan terima kasih. Kekurangan dan kesalahan yang terjadi dalam periode dua tahun pelayanan ini, kami mohon maaf, marilah kita sama-sama saling melengkapi dan memperbaikinya.

Hilversum, 15 Mei 2003

BP PERKI se-Eropa

Yuyu A.N.Krisna-Mandagie

 


Bidang Penatalayanan

Dengan memanjatkan puji syukur kepada Tuhan Maha Kuasa, maka perkenankan kami Bidang Penatalayan PERKI menyampaikan laporan dan evaluasi pelayanan tahun 2001 - 2003.

Dalam mengejahwantakan amanat pertemuan PERKI Se- Eropa ke-26 di Mainz maka Bidang Penatalayanan telah melaksanakan program layanan sebagai berikut :

I. Mengadakan PERTEMUAN RAYA PERKI SE-EROPA

Pada pertemuan Raya PERKI Se-Eropa yang diselengarakan di Antwerpen, Belgia Tanggal 17 - 18 Mai 2003 program yang dilaksanakan :

  • Mengadakan Konven Para Pelayan PERKI Se-Eropa pada tanggal 17-18 Mei 2002. Pada Konven ini Tema yang diusung yakni MEMBANGUN PELAYANAN DAN KESAKSIAN PERKI LINTAS SARA. Sebagai nara sumber Pdt Dr Nico Gara STh menyampaikan Konflik Poso dan Rekonsiliasi Malino, Pastor Simon Petrus menyampaikan topik Menuju Persaudaraan Sejati, Pdt Roy Lengkong menyiapkan materi bertajuk Misi Kesaksian Kristiani Demi Keutuhan Ciptaan Allah yang dipresentasikan oleh Pdt. Lucky Rumopa. Pdt Binsar Nainggolan menyampaikan materi Mengembangkan Kemitraan Perki untuk Memperkokoh Kesaksian dan Pelayanan PERKI di Eropa. Drs. Hendro Boroma dan Drs. Jeremia Damongilala menyampaikan materi Kerukunan Umat Beragama di Minahasa Sulawesi Utara. (Materi lihat Koinonia 1-2003 dan evaluasi serta hasil Konven para pelayan PERKI Se-Eropa lihat lampiran).
  • Mengadakan Lomba Pesparawi dan Vokal Group Pertama serta Kebaktian Agung Pentekosta pada tanggal 19 Mei 2002 di Brussels. Tema Kebaktian Agung Pentakosta yakni ROH KASIH ROH DAMAI. Ibadah dihadiri oleh kurang lebih 600 orang (di dalam ruangan) dan sekitar 200 orang di luar gedung.

Jumlah ini bertambah setelah Pesparawi berlangsung, sehingga diperkirakan seluruhnya berjumlah kurang lebih 1000 orang. Kebaktian Agung dilayani 13 rohaniwan: 4 pastor dan 9 pendeta, yaitu: Romo Tejoworo, Romo Simon Tjahjadi, Romo Paul Agung, Romo Michael Agung Christiputra, Pendeta Maureen Marquard, Pendeta Stanley Rambitan, Pendeta Binsar Nainggolan, Pendeta Lucky I. Rumopa, Pendeta Yetty Anggraeni, Pendeta Sulaiman Manguling, Pendeta Dr. Nico Gara, Pendeta Darrell Wood dan Pendeta Dianne Wood. (Hasil dari Lomba Pesparawi dan Vokal Group lihat lampiran ).

Suatu hal yang sangat menggembirakan bahwa seluruh hadiah untuk para pemenang lomba Pesparawi dan Vokal Group termasuk piala bergilir PERKI Se-Eropa disumbangkan oleh Duta Besar RI untuk Belgia dan Luxemburg Bapak Drs Sulaiman Abdulmanan MA.

II. Perluasan wilayah pelayanan

Dalam periode dua tahun pertama pelayanan ini, Ketua Umum Bersama Bidang Penatalayanan PERKI se-Eropa melakukan pengembangan jaringan dan pembinaan serta perluasan wilayah pelayanan. Dalam mengembangkan jaringan serta perluasan wilayah pelayanan PERKI Se Eropa maka yang telah dilakukan adalah kunjungan kepada Lembaga-lembaga Mitra di Eropa dan di Indonesia.

Upaya pengembangan jaringan yang telah dilaksanakan antara lain dengan organisasi EUKUMINDO, GKIN, GKI, PGI, GKJW,GKJ, GMIM, GKI, Eks PERKI Eropa di Jakarta, PIKI, partai-partai Kristen di Indonesia, PERWAKOI-Paris, Eukumene Roma, KKIA-Wina, Persekutuan Kristen Maastricht, Christian Fellowship-Delft Belanda, IRRIKA Vatikan-Roma, organisasi-organisasi Kawanua di Belanda.

Sedangkan untuk perluasan wilayah pelayanan telah terbentuk dua PERKI baru yaitu Athena dan Bremen. Menyusul aktifnya kembali PERKI München, Praha, Nürnberg dan Stuttgart.

III. Rekomendasi Program Bidang Penatalayanan untuk

  1. Mengadalan lanjutkan Pertemuan Raya PERKI Se-Eropa dengan bentuk kegiatan Konven Pelayan, Lomba Pesparawi dan Vokal Group serta Kebaktian Agung Pentekosta pada bulan Mai 2004 di Athena Yunani. Pada bulan Mai 2005 di Wina Austria bersamaan dengan Pertemuan PERKI Se-Eropa untuk pemilihan Badan Pengurus yang baru masa layan 2005 - 2009.
  2. Meningkatkan upaya-upaya kongkrit dalam mengembangkan PERKI Eropa yang Mandiri.
  3. Merampungkan rekomendasi pertemuan PERKI ke-26 tentang relevansi Tatadasar dan Tatalaksana PERKI Se-Eropa.
  4. Menerbitkan berbagai informasi aktual serta pernyataan sikap terhadap berbagai kecenderungan global yang mengarah kepada diskriminasi, pelanggaran hak-hak serta martabat kemanusiaan.

 

Roy E.G. Lengkong
Bidang Penatalayanan
Frankfurt, Jerman

 


Bidang dokumentasi, komunikasi dan informasi

Dengan penyertaan Tuhan Yang Maha Esa, memenuhi permohon dari Badan Pengurus PERKI se-Eropa untuk membantu Bapak Ronald Beckx melanjutkan kepengurusan yang dibentuk di Pertemuan PERKI se-Eropa ke-26 di Mainz pada tahun 2001. Bidang Komunikasi, Informasi dan Dokumentasi menjabarkan programkerja kerja untuk tahun 2002-2003.

Pada dasarnya bidang informasi, komunikasi dan dokumentasi sangat berkaitan dengan programkerja bidang lainnya yang diselenggarakan baik oleh Badan Pengurus PERKI se-Eropa maupun PERKI setempat.

Bersama ini kami sampaikan laporan pertanggungjawaban program kerja bidang dokumentasi, informasi dan komunikasi .

KOINONIA

Bekerjasama dengan Bidang Jaringan dan Advokasi yaitu turut menyelenggarakan Seminar dalam rangka Peringatan Sumpah Pemuda 2002 di Berlin. Kemudian baik makalah maupun hasil dan berita-berita berkaitan dengan hasil seminar di terbitkan dalam bulletin KOINONIA yang diterbitkan pada bulan November 2002. KOINONIA diterbitkan sebanyak 300 exp dengan biaya penerbitan dan pengiriman sebesar 440,09EURO Dari penerbitan ini beberapa PERKI setempat turut memberikan sumbangan untuk biaya penerbitan dan biaya pengiriman.al. PERKI Köln, PERKI KKI Hamburg, Oikumene Bonn dan sekitarnya, PERKI Frankfurt, demikian juga masyarakat Indonesia di Aachen. Bekerjasama dengan bidang penatalayanan menerbitkan KOINONIA I-2003 dengan isi al. Materi dari konven dan hasil pesparawi 2002. Terbit dengan 250 exp.

perki.info

perki.se-eropa.org yang sejak awal ditangani oleh Bapak Ronald Beckx tidak dapat dilanjutkan karena kesulitan pengambilalihan nama tersebut, kemudian untuk kelanjutan pengadaan website diterbitkan perki.info Isi dari perki.info adalah

  • Keterangan bidang-bidang, kepengurusan, kegiatan dan alamat kontak masing-masing bidang.
  • Alamat PERKI setempat, kegiatan, pengumuman dan links ke PERKI setempat yang telah memiliki Homepage.
  • Alamat Pendeta dari Indonesia yang berdomisili di Eropa dan Pendeta Eropa yang berbahasa Indonesia
  • Kumpulan artikel dan tulisan sehubungan dengan kegiatan PERKI se-Eropa dalam menstimulasikan para anggotanya.
  • Links ke Homepage lainnya, -Wakil Pemerintah Indonesia di Eropa, Surat Kabar Indonesia, Universitas-universitas di Eropa, Organisasi Indonesia di Eropa, renungan harian-.
  • Kamus Indonesia sekitar istilah-istilah Kristiani

Tabel pengumpulan data

Bekerjasama dengan bidang Jaringan dan Advokasi membuat tabel pengumpulan data warga PERKI di Eropa

Kendala

  • Hubungan kerjasama antar BP PERKI setempat dan BP PERKI se-Eropa yang kurang lancar.
  • Informasi kegiatan yang tidak disampaikan ke bidang informasi dan komunikasi karena kesibukan masing-masing Badan pengurus.

Rekomendasi

  • Mengikut sertakan warga PERKI untuk penerbitan media informasi dan komunikasi baik tenaga, dana maupun artikel-artikel untuk dibagikan ke warga PERKI maupun masyarakat lainnya.
  • Pendataan kembali PERKI setempat dengan alamat kontak dan kegiatan yang aktuel.
  • Pendataan pendeta berlatar belakang Indonesia di Eropa
  • Bagi PERKI setempat yang belum mempunyai homepage tersendiri, mengirimkan berita kegiatan ke BP PERKI se-Eropa untuk dimuat di perki.info dan bagi yang memiliki memberikan alamatnya untuk dikaitkan di perki.info
  • Lokakarya mangement penerbitan buletin.

 

15 Mei 2003

Yvonne Rieger-Rompas
Bidang Dokumentasi, Informasi dan Komunikasi
Düren, Jerman

 


Bidang Jaringan dan Advokasi

I. PENDAHULUAN

Gagasan untuk membentuk Bidang Jaringan dan Advokasi ini pada mula2nya bertujuan untuk menggalang dan mempersatukan forum Pendeta/Pastor dan juga forum cendekiawan.

Tetapi potensi dan kemampuan para migran Indonesia komunitas Kristen di Eropa pada kenyataannya tidak sebatas itu saja.

JARINGAN komunitas Kristen Indonesia di Eropa dengan potensi besar ini juga memiliki KEMAMPUAN yang bersifat bukan tingkat universiterakademis saja. Pendataan dan Penggabungan segala bentuk KETRAMPILAN yang berupa apapun juga dari warga komunitas Kristen Indonesia di Eropa akan sangat berguna bagi fungsi kami, dimana fungsi yang paling utama adalah fungsi yang bersifat PELAYANAN.

Pada akhir2 ini berita mengenai peristiwa2 yang terjadi di Indonesia yang sampai diberitakan pada umumnya tidak menggembirakan. Peperangan antar suku, pertikaian antar Agama, atau didalam Agama itu sendiri, bencana alam, situasi ditempat pengungsian yang tidak manusiawi, ketidakakuran antar atau didalam elite politik di Jakarta, Peristiwa Bom di Bali, Perang di Aceh dan Maluku, keadaan ekonomi Rakyat yang porak poranda, kriminalitas yang meningkat, Pemuda-Pemudi korban Narkoba, mikro dan makro klima yang rusak, kualitas lingkungan hidup yang jelek (mutu udara dan air menurun), tingkat pendidikan dan kesehatan rakyat yang sangat kurang, semakin tingginya tingkat keraguan akan keutuhan dan arti serta manfaat Negara Kesatuan Republik Indonesia, ketidak adilan pembagian kekayaan yang dimiliki oleh Daerah2 Propinsi , dan seterusnya.

Disamping itu juga banyak terdapat permasalahan2 yang dihadapi komunitas Kristen Indonesia sendiri yang saat ini hidup di Eropa. Antaralain masalah studi bagi Mahasiswa, masalah kejiwaan, masalah pencarian kerja, masalah integrasi, atau reintegrasi kembali.

Fungsi Advokasi, yang pada dasarnya bersifat KEPEDULIAN terhadap permasalahan2, akan turut berusaha memberikan sekedar andil untuk berusaha meringankan permasalahan2 yang ada tersebut. Disini sifat dan fungsi Advokasi akan sangat terbantu dengan tersusunnya Jaringan POTENSI KEMAMPUAN warga Komunitas Kristen Indonesia di Eropa.

Fungsi dari Bidang ini pada dasarnya adalah berpangkal juga pada PENGEMBANGAN PELAYANAN.

II. TUGAS-TUGAS POKOK

Tugas pokok Bidang ini sangat erat berhubungan dengan tugas2 pokok dari Bidang2 Pemuda dan Remaja, Penatalayanan dan Bidang Komunikasi dan Informasi.

Dirumuskan secara umum sebagai berikut:

  1. Menyelenggarakan seminar atau dialog lintas Agama, antara Agama Kristen dan Islam.
  2. Program ini dipadukan dengan Kegiatan yang dilakukan oleh Bidang Pelayanan, yaitu
  3. Mengadakan Dialog antar Pendeta-Pastor dalam Perki.
  4. Program Pendidikan ke-Indonesiaan bagi anak anak Indonesia dengan latar belakang Eropa , masalah budaya, bahasa, geografis serta kekakayaan dari Tanah dan Air nya.
  5. Kegiatan ini bisa digabungkan dengan kegiatan yang dilakukan oleh Bidang Pemuda dan Remaja, yaitu.
  6. Mencari informasi tentang sumber sumber beasiswa bagi anak2 Indonesia termasuk peluang untuk membantu Mahasiswa Indonesia di Eropa.
  7. Komputerisasi, dokumentasi dan distribusi informasi.
  8. Kegiatan ini digabungkan dengan kegiatan yang dilakukan oleh Bidang Komunikasi dan Informasi, yaitu pengadaan Homepage Perki se Eropa, serta pengumpulan Data Potensi
  9. Penjaringan informasi tentang proyek-proyek sosial dan pedesaan di Indonesia untuk mencari sumber sumber bantuan di Eropa.
  10. Pendataan cendekiawan dan tenaga2 ahli Kristen di Eropa.
  11. Kegiatan ini digabungkan dengan Kegiatan Bidang Komunikasi dan Informasi.

III. TUJUAN2 YANG AKAN DICAPAI

Pelaksanaan Program Bidang Jaringan dan Advokasi mempunyai tujuan Utama yang akan dipergunakan sebagai Dasar dari kegiatan lainnya. Yaitu PENGUMPULAN DATA Potensi Warga komunitas Kristen Indonesia di Eropa, atau juga yang berada di Indonesia, dengan menggunakan sarana KOMPUTER dan PROGRAMNYA.

Dengan terkumpulnya DATA-POTENSI, tujuan pelayanan akan terdukung. Sebagai contoh, seorang Mahasiswa yang sedang mencari tempat Kerja Praktek , bisa menghubungi BPPE untuk menanyakan kemungkinan2 Praktek. Seorang Dokter yang ingin membantu di Indonesia bisa berhubungan dengan BPPE, karena kami memiliki Data Proyek Kesehatan di Pedesaan. Seorang Insinyur Arsitek bisa membantu membuat rumah sederhana di Pedesaan. Seorang Ahli Pertanian juga bisa membantu mempraktekkan keahliannya membantu menaikkan produksi Tanaman Pangan dengan input yang sederhana. Demikian pula seorang Ibu Rumah Tangga yang pandai memasak dan merawat Bayi, bisa membantu melatih Ibu2 di Perkampungan untuk membuat makanan sehat dan merawat Bayi agar tumbuh sehat dan kuat.
Tak kalah pentingnnya adalah kegiatan Dialog lintas Agama, dengan tujuan memberikan sedikit ANDIL atau KONTRIBUSI untuk demi memulihkan kembali kerukunan kita hidup bersama di Indonesia. Kelebihan kita Bangsa Indonesia ini adalah hidup Rukun Berdampingan dengan berbagai SUKU, AGAMA, RAS dan GOLONGAN.
Kerukunan ini sangat berharga. Bahkan orang Eropa sendiri sangat mengaguminya akan kelebihan SENI hidup ini.

IV. SASARAN PROGRAM

Sasaran utama adalah untuk MELAYANI warga komunitas Kristen Indonesia yang berada di Eropa.

Sukses atau tidaknya jalannya Program2 ini sangat bergantung pada KEAKTIFAN, PARTISIPASI dan KESADARAN dari para Warga Komunitas Kristen itu sendiri.

V. URAIAN KEGIATAN

Untuk kegiatan yang utama adalah, dua kegiatan primer jangka pendek dan panjang

1. PROGRAM JANGKA PENDEK

Pelaksanaan Seminar, mengadakan Dialog antar Agama, Suku, Ras dan Golongan, menggalang hubungan kemitraan dengan berbagai instansi dan organisasi.

    - SEMINAR untuk menyambut HARI SUMPAH PEMUDA telah terlaksana dua kali,yang pertama dengan judul: "APA SUMBANGAN KITA DALAM MELANJUTKAN SUMPAH PEMUDA", pada hari Sabtu, 27.Oktober 2001 di Aachen, dan yang kedua berjudul "MEMBANGUN KESEPAHAMAN LINTAS SARA MENUJU INDONESIA BARU", pada hari Jum`at sampai Minggu, 25.-27.Oktober 2002 di Berlin.

Hasil2 rekomendasinya telah dimuat diberbagai surat kabar dan media elektronik, serta di muat di Majalah KOINONIA, edisi 2002.

Latar Belakang pengadaan Seminar dengan tematik tersebut didasarkan pada keadaan akut dan aktuil di Tanah Air. Hasil selengkapnya dari Seminar2 tersebut dilaporkan tersendiri. Dana pelaksanaan Seminar berasal dari dana tiket masuk, dana BPPE dan sumbangan2 instansi. Dihadiri oleh berbagai kalangan masyarakat serta berbagai Agama dari berbagai daerah di Eropa (Denmark, Austria, Perancis, Belanda, Jerman, Yunani) dan Indonesia.

Bantuan dan perhatian dari KBRI di Berlin sangat besar untuk keberhasilan pelaksanaan Seminar. Meskipun demikian, arah dan tujuan serta isi seminar tidak dipengaruhi oleh fihak Pemerintah. Hubungan kemitraan telah terjalin dengan berbagai Organisasi, seperti DIG (Deutsch Indonesische Gesellschaft), PPI, Deutsche Welle di Köln, Indover Bank, Garuda Indonesia, Darma Wanita di Berlin, Katolische Bildugswerk Aachen, Jugendherberger Berlin dan Aachen, Imaboni Berlin, Kepastoran St.Augustin, Perki NRW-Jerman, KBRI2 di Berlin, Amsterdam, Swiss, Paris, Roma, Vatikan. Hubungan baik ini dijalin ber-sama2 dengan Ketua BPPE, serta anggota Pengurus yang lainnya. Di era reformasi ini, hubungan Perki Eropa dengan aparat2 resmi Pemerintah seperti KBRI bukanlah sebagai hal yang eliter dan eksklusiv. Hubungan ini sangat perlu guna menghilangkan banyak kesalah fahaman didalam Bangsa kita sendiri.

Ketua Bidang Jaringan dan Advokasi selalu hadlir dalam rapat Pengurus BPPE, baik di kota2 Nederland maupun di kota2 lain di Jerman.

2. PROGRAM JANGKA PANJANG

Program ini mencakup program PENGUMPULAN DATA (PD) potensi warga Kristen Indonesia di Eropa. Telah terlaksana pembuatan daftar kwestioner untuk warga Kristen, serta telah disebar luaskan keseluruh Perki2 jajaran di seluruh Eropa. Dengan bekerja sama erat dengan Bidang Dokumentasi, Komunikasi dan Informasi, telah berhasil dibuat Masking/Formulir Pemasukan Data di Komputer milik BPPE dalam tujuannya sebagai sumber POOL DATA Potensi.
Beberapa Warga Kristen telah memasukkan informasi tentang keahlian yang mereka miliki.

Telah mendapatkan buku Panduan Studi di Jerman dari KBRI-Berlin, serta buku Informasi Studi dan bekerja di Jerman, serta Studienkolleg di Jerman.
Data2 tersebut masih perlu di masukkan di komputer BPPE untuk disimpan dan diaktualisasi.

VI. KENDALA

  1. Jangkauan geografis BP Perki se Eropa sebagai motivator dan katalisator kegiatan2 Perki jajaran di Eropa sangat luas.
  2. Dana transportasi, ketersediaan waktu dan tenaga untuk kunjungan2 dan rapat serta pertemuan Pengurus serta pembiayaan Seminar2 sangat terbatas.
  3. Urgensi pengumpulan data potensi dan manfaatnya belum dirasakan sekali oleh warga komunitas Kristen Indonesia di Eropa. Sehingga perlu terus menerus penyuluhan2.
  4. Tema2 Seminar dengan mengemukakan permasalahan2 sosial budaya ekonomi dan politis di Tanah Air belum dirasakan sebagai hal yang penting dan menarik, bagi sebagian komunitas
  5. Karena keadaaan internasional yang goncang, maka cukup sulit mendatangkan para Pembicara dari Indonesia, yang sangat kenal dengan situasi langsug di Tanah Air
  6. Keterbatasan tenaga dan dana sangat menghambat pengolahan data2 informasi yang telah tersedia ke dalam komputer.

VII. REKOMENDASI.

  1. Warga/komunitas Kristen sebagai warga minoritas Negara Indonesia, perlu terus menerus memperhatikan permasalahan2 yang ada di Tanah Air. Sensibilisasi masalah SOSBUDEKPOL. Sebab Tanah Air Indonesia adalah milik kita semua.
  2. Perlu penyadaran dan sensibilisasi terus menerus untuk pengisian Data Potensi
  3. Dana Eukumindo perlu di tingkatkan guna melanjutkan kegiatan2 BPPE
  4. Dialog dan Seminar SARA dan SOSBUDEKPOL perlu terus di lanjutkan.
  5. Rasa was was dan takut untuk membicarakan Permasalahan di Tanah Air sangat perlu untuk dihilangkan.
  6. Seminar atau symposium untuk mengenal ciri suku2 di Indonesia perlu diadakan
  7. Perlu lebih banyak partisipasi Perki2 Jajaran untuk bersedia mendukung kegiatan Perki Eropa dan sebaliknya.
  8. Perlu lebih di jelaskan hubungan struktur antara Perki Eropa dengan Jajaran2.
  9. Hubungan baik dengan KBRI2 di Eropa perlu diperlihara dan dikembangkan lagi.
  10. Masa bakti BPPE selama 2 tahun tidak cukup untuk melaksanakan kegiatan2 yang sedemikian banyak. Masa bakti yang hanya 2 tahun perlu diperpanjang.
  11. Perki Eropa selayaknya berbentuk sebagai Badan Hukum.

VIII. KESIMPULAN

Untuk menjamin kelanjutan sukses bekerja bagi Pengurus BPPE dalam tugas nya sebagai motivator dan katalisator bagi Perki2 Jajaran di Eropa, maka kerukunan dan tenggang rasa serta kejujuran yang se benar2nya dengan berdasarkan cinta kasih Kristiani harus terus menerus dipupuk dan dipelihara.

 

Syalom, Tuhan memberkati.

Dr. Purbo B. Hadinoto

Bidang Jaringan dan Advokasi BPPE 2001-2003
Di Remagen, Jerman, tanggal 15.05.2003

 


 

Kegiatan lainnya

1. Menghadiri Workshop Penulisan Bulletin yang telah diselenggarakan oleh PERKI NRW dimana Bapak Asbari Krisna dan Bapak Robert Baowolo turut aktiv sebagai pembimbing Workshop. Dari Workshop ini direkomendasikan untuk seminar lanjutan dan diselenggarakan dengan mengundang PERKI setempat lainnya di Eropa.

2. Menghadiri seminar Perjalanan Indonesia ke arah Dekmorasi yang diselenggarakan oleh Dritte Welt Forum Aachen, Katolisches Bildungswerk Aachen dan Koordinasi Indonesia-Aachen pada tanggal 2 Juni 2001 di Aachen. Dalam seminar tersebut Dr. Ingo Wandelt dari Watch Indonesia, Berlin menyampaikan situasi politik di Indonesia dengan beberapa konflik di dalamnya. Bapak Ade Erlangga (FISIP UI) dan Dr. Georg Evers memberi gambaran tentang peran agama berkaitan dengan terjadinya beberapa kerusuhan di Indonesia. Dijelaskan oleh Bapak Ade Erlangga bahwa agama telah dipakai sebagai alat untuk memecah belah keserasian hidup bangsa Indonesia. Dalam kesempatan ini bidang Jaringan dan Advokasi menyampaikan beberapa kegiatan PERKI al. mengumpulkan data dan informasi tentang proyek-proyek sosial dan pedesaan di Indonesia untuk mencari sumber sumber bantuan di Eropa.

3. Menghadiri Seminar sekitar Kehidupan Masyarakat di Jakarta yang diselenggarakan oleh Masyarakat Indonesia di Aachen dengan pembicara utama Bapak Dubes RI untuk Belgia Bapak Drs Sulaiman Abdulmanan MA.

4. Menghadiri seminar kepemimpinan Kristiani yang diselenggarakan PERKI NRW dengan pembicaranya Bapak Pdt. Mangguling dan Romo Polykarpus. Seminar yang diselenggarakan bagi Badan Pengurus PERKI di NRW telah merekomendasikan adanya seminar kepemimpinan yang Oikumenis.

5. Menghadiri malam diskusi bersama Teten Masduki yang diselenggarakan oleh Masyarakat Indonesia di Aachen.

6. Memehuhi UNDANGAN dari Konsul Jenderal Indonesia di Frankfurt dan CONSULTANT: Rödl & Partner, Jerman yang di wakili oleh Dr. Georg Garbrecht, Pemimpin dari CONSULTANT ini di Jakarta. Pertemuan yang dipimpin oleh Bapak Erik Tumodok, Wakil KONJEN. Frankfurt dengan pembicara utama Bapak Konjen Frankfurt, Otto Sidharto Soeria Atmaja, Dr. Georg Garbrecht dan Dr, Arifin Siregar, Ketua EKONID. Dalam kesempatan ini disampaikan juga beberapa informasi antara lain dari Dr. Theo Toemion, Ketua dari Investasi untuk Indonesia dfi Jakarta dan Dr. Ismeth Abdullah, Ketua dari BATAM AUTHORITY. Bapak DE Damanik menyampaikan di acara diskusi tentang adanya Bidang Jaringan dan Advokasi di kepengurusan PERKI se-Eropa yang berusaha mencari dan mendaftar nama-nama orang yang sudi mendaftarkannya, untuk disalurkan kepada Instansi-insatansi yang membutuhkannya guna PEMBANGUNAN INDONESIA. Dalam kesempatan tersebut disampaikan juga tentang keanggotaan sdr. HARIANTO dari Aachen, orang Indonesia asal dari MEDAN, yang karena keahliannya telah menerima GREENCARD pertama di JERMAN, ditambah dengan Prof. Dr. Ph. Nat. David Damanik, Dipl. Math. Dipl. Informatik dalam daftar Perki se Eropa.

7. Mengunjungi Oikumenische Kirchentag pertama di Berlin yang diselenggarakan pada tanggal 28 s/d 1 Juni 2003. Oikumenische Kirchen Tag ini selain pesta iman bagi warga Protestan dan Katolik, juga memberikan banyak seminar dan informasi sekitar kegiatan umat Kristen di Jerman. Al.; pelayanan dibidang kesehatan, pendidikan mulai dari Sekolah Dasar sampai perguruan tinggi, kegiatan pastoral, kegiatan ketrampilan, militer dan agama, kegiatan pemasaran hasil produksi dari dunia berkembang dan banyak informasi kegiatan lainnya.

index Koinonia PERKI setempat Arsip Impressum

Situs PERKI di Eropa

Perki Belgia
Perki Inggris
Keluarga Kristen Net
Perki Aachen
Perki Darmstadt
Perki NRW
Perki Oikumene Frankfurt
Perki Matheus
Perki Almere
Perki Amsterdam B

Perki Eropa di Indonesia

Perki Eropa Jakarta

Evaluasi Kerja 2001-2003

Mengintip Kekuatan Politik Pemilu 2004  Abraham Runga Mali
Jurnalis, Mahasiswa Universitas Bonn dan Pengurus Perki Eropa

Dari Peringatan Hari Sumpah Pemuda 2003 di Austria