|
Sobron Aidit :
CATATAN DARI HOLLAND ( Menciptakan Sorga Sendiri )
Sudah tahu hidup di Holland tidak seleluasa hidup di Paris, lha kenapa kok mau saja berlama-lama di Holland? Begini, anak-cucu saya semua sudah tinggal di Holland. Saya sendirian di rumah saya di Paris. Semua kegiatan kehidupan saya kebanyakannya ada di Holland. LSM yang saya anut dan ikuti ada di Holland. Kebanyakan teman-teman saya ada di Holland. Aktivitas seni-budaya dan sosial serta kegiatan kehidupan lainnya ada di Holland. Gereja saya ada di Holland. Tetapi soal kehidupan - jangkauan gerak saya di Holland sangat terbatas dan rasanya sangat sempit. Kenapa? Ke mana saja, mau apa saja asal ke luar rumah, mesti dengan uang - mesti bayar. Mau-nya saya, jangan sampai jatuh sakit selama di Holland. Kenapa? Saya harus bayar! Bayar dokter bayar obat. Bayar kalau naik kendaraan - metro - tram - train - bis. Yang kalau saya di Paris, semua ini gratis. Saya bisa ke luar rumah sampai sejauh luasnya kota Paris, naik kendaraan apa saja, gratis. Saya punya kartu gratis buat seumur hidup.
Karena rasa sempit dan semua harus pakai uang begini, lalu timbul saja akal yang harus cerdik - bijak dan menguntungkan, tetapi juga halal - sah dan di- benarkan. Yang sebenarnya di mana saja dan kapan saja, bisa kita ciptakan sendiri - cari sendiri - usahakan sendiri. Lalu apa itu? Yalah sorga! Menurut saya di mana saja dan kapan saja kita memperlakukan hidup dan kehidupan, selalu ada dua : sengsara ( susah-payah - letih-lelah ) dan sorga. Hal kecil saja yang susuasma = tetekbengek. Setiap hari saya harus duduk di depan komputer - internet - membaca - membalas surat - menulis - mengarang, mengenal dan belajar. Lalu membaca literatur di luar komputer. Pekerjaan rumah lainnya, saya harus membenahi semua cucian piring-mangkuk di dapur. Juga periksa poubelle - tong-sampah, dan membawa ke luar buat diangkut oleh truk pengangkut sampah. Pekerjaan ini sering dilakukan oleh cucu saya, Laura - Loulou. Tapi kini dia liburan di Montevideo - Uruguay ( minta ampun jauhnya di ujung dunia belahan barat ). Lalu saya juga harus belanja urusan susuasma tadi itu. Beli roti - beli lauk-pauk - daging - ikan - telor - gula dan sebagainya dan sebagainya......
Semua pekerjaan ini saya anggap bagian sengsaranya - bagian susahpayah- nya. Lalu saya menutut diri saya, mari kita cari bagian sorgawinya! Salah satu begini : ambil sepeda - bersepeda santai melalui antara pepohonan yang memagari sungai-buatan - kanal - tali-air sepanjang Holland ini. Ada di mana-mana - di kota manapun ada. Orang Belanda pasal membuat kanal - gali dan timbun tanah - sungai-buatan, adalah nomor wahid. Tanahnya sempit dan rata- rata di bawah laut! Mereka harus bisa bertahan dan menciptakan gedung-ge- dung - perumahan - pertokoan - dan pertamanan seindah mungkin. Dan mere- ka sudah membuktikannya selama berabad-abad ini. Belanda itu bagus - mere- ka pandai memperlakukan tanah dan airnya - menciptakan keindahan dengan bahan-bahan yang ada, yang tadinya sangat sederhana lalu menjadi menarik bahkan bisa mempesona.
Pabila kita bersepeda atau jalan kaki sepanjang jalan yang dinaungi dan dirimbuni pepohonan di pinggir kanal yang jauh lebih bersih daripada Sungai Cili- wung yang mengaliri Jakarta, kita sering-sering merasakan. Nah, inilah sorgawi. Sambil berjalan atau bersepeda kita akan melihat atraksi alam yang natur dan alamiah. Kecipak burung-liar - itik-liar dan angsa yang dengan tenang bagaikan berlayar di atas kaca licin dan datar, sangat menyenangkan diri kita buat menikmati semua ini. Dunia binatang di bawah kita yang sedang berjalan kaki atau berepeda, sangat menghibur diri kita. Rasa sangat aman - tentram dan damai ketika kita menikmati pemandangan alam sekitar dengan makhluk yang tak mengerti arti korupsi ini! Betapa indahnya dunia ini! Betapa nikmatnya yang kita rasakan melihat dan menyaksikan semua ini. Dalam pada itu de- daunan di atas kepala kita, berdesir halus dan jinak ditiup angin pelan-pelan dan bagaikan meniup diri kita dari kepanasan cuaca.
Lelah? Letih? Mari istirahat dekat taman yang banyaknya bukan main dise- panjang kanal ini. Ada kursi mejanya. Lalu sambil menikmati keindahan bunga mawar, tulip, dengan berbagai jenis warna-puspita-rona. Dan harum wanginya sangat membikin hati kita senang - senang dan sangat senang. Rasanya dunia ini betapa indah - nyaman dan tentramnya. Itulah yang saya naksudkan sorga- wi itu sebenarnya ada di mana-mana dan ada kapan saja. Persoalannya kini, kita harus mencarinya dan menciptakannya. Bahan-bahannya selalu ada dan terse- dia. Sesudah kita bersusah-payah dan berlelah-letih tadi, carilah di mana sorgawi tadi itu. Dia ada di mana-mana dan kapan saja dan kita akan selalu dapat menemuinya. Setiap hari saya menemuinya sesudah mencarinya ke sana ke mari,-
--------------------------Holland,- 29 agustus 03-----------------------------
|