Sejak 07.02.2003

Bidang komunikasi dan informasi
Yvonne Rieger-R
Düren
Germany

Sobron Aidit :


                               CATATAN DARI HOLLAND
                                 ( Menciptakan Sorga Sendiri )

Sudah tahu hidup di Holland tidak seleluasa hidup di Paris, lha kenapa kok
mau saja berlama-lama di Holland? Begini, anak-cucu saya semua sudah tinggal
di Holland. Saya sendirian di rumah saya di Paris. Semua kegiatan
kehidupan saya kebanyakannya ada di Holland. LSM yang saya anut dan ikuti ada
di Holland. Kebanyakan teman-teman saya ada di Holland. Aktivitas seni-budaya
dan sosial serta kegiatan kehidupan lainnya ada di Holland. Gereja saya
ada di Holland. Tetapi soal kehidupan - jangkauan gerak saya di Holland sangat
terbatas dan rasanya sangat sempit. Kenapa? Ke mana saja, mau apa saja asal
ke luar rumah, mesti dengan uang - mesti bayar. Mau-nya saya, jangan
sampai jatuh sakit selama di Holland. Kenapa? Saya harus bayar! Bayar dokter
bayar obat. Bayar kalau naik kendaraan - metro - tram - train - bis.
Yang kalau saya di Paris, semua ini gratis. Saya bisa ke luar rumah sampai sejauh
luasnya kota Paris, naik kendaraan apa saja, gratis. Saya punya kartu gratis
buat seumur hidup.

Karena rasa sempit dan semua harus pakai uang begini, lalu timbul saja akal
yang harus cerdik - bijak dan menguntungkan, tetapi juga halal - sah dan di-
benarkan. Yang sebenarnya di mana saja dan kapan saja, bisa kita ciptakan
sendiri - cari sendiri - usahakan sendiri. Lalu apa itu? Yalah sorga!
Menurut
saya di mana saja dan kapan saja kita memperlakukan hidup dan kehidupan,
selalu ada dua : sengsara ( susah-payah - letih-lelah ) dan sorga. Hal kecil
saja yang susuasma = tetekbengek. Setiap hari saya harus duduk di depan
komputer - internet - membaca - membalas surat - menulis - mengarang,
mengenal dan belajar. Lalu membaca literatur di luar komputer. Pekerjaan
rumah lainnya, saya harus membenahi semua cucian piring-mangkuk di
dapur. Juga periksa poubelle - tong-sampah, dan membawa ke luar buat
diangkut oleh truk pengangkut sampah. Pekerjaan ini sering dilakukan oleh
cucu saya, Laura - Loulou. Tapi kini dia liburan di Montevideo - Uruguay
( minta ampun jauhnya di ujung dunia belahan barat ).
Lalu saya juga harus belanja urusan susuasma tadi itu. Beli roti - beli
lauk-pauk - daging - ikan - telor - gula dan sebagainya dan sebagainya......

Semua pekerjaan ini saya anggap bagian sengsaranya - bagian susahpayah-
nya. Lalu saya menutut diri saya, mari kita cari bagian sorgawinya! Salah
satu begini : ambil sepeda - bersepeda santai melalui antara pepohonan yang
memagari sungai-buatan - kanal - tali-air sepanjang Holland ini. Ada di
mana-mana - di kota manapun ada. Orang Belanda pasal membuat kanal - gali dan
timbun tanah - sungai-buatan, adalah nomor wahid. Tanahnya sempit dan rata-
rata di bawah laut! Mereka harus bisa bertahan dan menciptakan gedung-ge-
dung - perumahan - pertokoan - dan pertamanan seindah mungkin. Dan mere-
ka sudah membuktikannya selama berabad-abad ini. Belanda itu bagus - mere-
ka pandai memperlakukan tanah dan airnya - menciptakan keindahan dengan
bahan-bahan yang ada, yang tadinya sangat sederhana lalu menjadi menarik
bahkan bisa mempesona.

Pabila kita bersepeda atau jalan kaki sepanjang jalan yang dinaungi dan
dirimbuni pepohonan di pinggir kanal yang jauh lebih bersih daripada Sungai Cili-
wung yang mengaliri Jakarta, kita sering-sering merasakan. Nah, inilah
sorgawi. Sambil berjalan atau bersepeda kita akan melihat atraksi alam yang natur
dan alamiah. Kecipak burung-liar - itik-liar dan angsa yang dengan tenang
bagaikan berlayar di atas kaca licin dan datar, sangat menyenangkan diri kita
buat menikmati semua ini. Dunia binatang di bawah kita yang sedang berjalan
kaki atau berepeda, sangat menghibur diri kita. Rasa sangat aman - tentram
dan damai ketika kita menikmati pemandangan alam sekitar dengan makhluk
yang tak mengerti arti korupsi ini! Betapa indahnya dunia ini! Betapa
nikmatnya yang kita rasakan melihat dan menyaksikan semua ini. Dalam pada itu de-
daunan di atas kepala kita, berdesir halus dan jinak ditiup angin
pelan-pelan dan bagaikan meniup diri kita dari kepanasan cuaca.

Lelah? Letih? Mari istirahat dekat taman yang banyaknya bukan main dise-
panjang kanal ini. Ada kursi mejanya. Lalu sambil menikmati keindahan bunga
mawar, tulip, dengan berbagai jenis warna-puspita-rona. Dan harum wanginya
sangat membikin hati kita senang - senang dan sangat senang. Rasanya dunia
ini betapa indah - nyaman dan tentramnya. Itulah yang saya naksudkan sorga-
wi itu sebenarnya ada di mana-mana dan ada kapan saja. Persoalannya kini,
kita harus mencarinya dan menciptakannya. Bahan-bahannya selalu ada dan terse-
dia. Sesudah kita bersusah-payah dan berlelah-letih tadi, carilah di mana
sorgawi tadi itu. Dia ada di mana-mana dan kapan saja dan kita akan selalu dapat
menemuinya. Setiap hari saya menemuinya sesudah mencarinya ke sana ke mari,-

--------------------------Holland,- 29 agustus 03-----------------------------
 

index Koinonia PERKI setempat Arsip Impressum

Situs PERKI di Eropa

Perki Belgia
Perki Inggris
Keluarga Kristen Net
Perki Aachen
Perki Darmstadt
Perki NRW
Perki Oikumene Frankfurt
Perki Matheus
Perki Almere
Perki Amsterdam B

Perki Eropa di Indonesia

Perki Eropa Jakarta

Evaluasi Kerja 2001-2003

Mengintip Kekuatan Politik Pemilu 2004  Abraham Runga Mali
Jurnalis, Mahasiswa Universitas Bonn dan Pengurus Perki Eropa

Dari Peringatan Hari Sumpah Pemuda 2003 di Austria